Thursday, January 08, 2009

Abdidalem - People of Keraton Palace - Yogyakarta

Abdidalem, begitulah nama yang diberikan untuk mereka. Mereka ini adalah rakyat yang sangat setia dan tulus berbakti untuk sultannya. Sehari-hari kehidupan mereka adalah untuk melayani dan bekerja untuk sultannya. Kekuatan kesetiaan dan bakti mereka mengalahkan segala-galanya. Mereka rela menerima gaji yang cukup rendah untuk pekerjaan mereka sesuai bidangnya. Para Abdidalem akan merasa bangga bila telah berbuat sesuatu untuk sultannya. Keraton Yogjakarta memiliki ratusan Adbidalem yang terbagi berdasarkan tingkatannya. Pada saat saya berkunjung ke keraton, sepertinya mereka sudah siap untuk menerima tamu, sehingga keramahan dapat terlihat dari perilaku mereka. Pada musim liburan ini, mereka harus kerja keras untuk melayani para turis yang datang berkunjung. Hampir seluruhnya, mereka bekerja dan berbakti selama seumur hidup mereka.

Doing Batik Tulis - Yogyakarta



Borobudur - Ancient Heritage

Candi Borobudur merupakan rekaan manusia yang sangat luar biasa. Candi yang memiliki luas sebesar bukit ini ternyata memiliki ratusan stupa dan hiasan ukiran yang masing-masing memiliki cerita tersendiri. Saat saya mengunjungi candi ini, hujan turun dengan sangat lebat disertai petir yang menyambar-nyambar yang akhirnya memaksa saya untuk menghentikan explorasi saya. Perjalanan dari atas candi hingga keluar menjadi sangat lama karena harus berjuang melawan derasnya hujan dan kuatnya angin yang bertiup. Foto-foto yang diambil tidak sesempurna keinginan saya, sehingga saya akan cari waktu lagi untuk dapat mengunjungi tempat ini.

Bantul Ocean Beach

Pada saat ke Yogjakarta, saya sempatkan untuk mengunjungi pantai di daerah Bantul yang berbatasan dengan laut selatan atau lebih tepatnya disebut samudera yang memiliki ombak yang tinggi. Saat ini daerah Depok Bantul ini menjadi tujuan wisata pantai alternatif. Pantai Parangtritis yang menjadi primadona wisata pantai daerah ini saat ini sepi akibat gempa bumi besar yang meluluhkan hampir semua bangunan disana. Meskipun saat ini sudah berangsur-angsur diperbaiki namun pengunjung masih sangat sedikit.
Di pantai ini selain kita dapat menikmati pemandangan pantai, tentu saja berenang menjadi berbahaya disini, kita juga dapat menikmati hidangan laut yang segar yang dibeli langsung dari para nelayan. Disini saya sangat tertarik pada satu jenis makanan snack yang merupakan binatang undur-undur pantai yang digoreng kering, bentuknya seperti kecoa dan rasanya seperti udang. Pada saat memakannya rasanya begitu renyah namun jika ingat bahwa ini adalah undur-undur, saya akan mengerem proses makannya atau memakannya dengan sangat cepat sambil tutup mata.












Keraton - Yogjakarta Palace




Keraton adalah istana bagi sultan Yogjakarta. Seluruh aktifitas sultan dilakukan dalam keraton ini. Mulai dari pelaksanaan upacara-upacara adat hingga menerima tamu.
Keraton yang saya kunjungi sepertinya sekarang hanya berfungsi sebagai tempat mengadakan upacara adat, acara ceremonial lainnya dan lokasi wisata. Untuk kegiatan sultan lainnya dilakukan pada lokasi lainnya.
Saya melihat kondisi bangunan yang ada terawat dengan baik. Namun ternyata lokasi inipun tidak luput dari terjangan gempa bumi besar yang terjadi sebelumnya. Terlihat ada suatu bangunan roboh rata dengan tanah di areal ini.
Saya memasuki lokasi ini melalui pintu selatan, karena ternyata keraton memiliki dua pintu masuk bagi wisatawan. Pintu masuk lainnya berada diutara atau dekat dengan alun-alun. Biasanya kedua lokasi ini dapat dimasuki dari dua arah, namun pada saat saya berkunjung pintunya ditutup.














Ngasem - Bird Market






Di Yogjakarta, Ngasem terkenal sebagai pasar burung. Dulunya banyak sekali penjual burung berjualan disini dan mereka berjualan hingga ke area jalanan. Saat saya mengunjungi daerah ini, pasar burung terlihat sepi dan penjual menjajakan burungnya hanya di dalam pasar yang notabene sepi juga. Daerah pinggir jalan diisi oleh penjual sangkar burung saja. Keriuhan pasar burung ini sudah tidak terlihat, mungkin karena daerah ini dekat dengan pintu masuk keraton dan sengaja dibuat rapih untuk jalur wisatawan. Saya terbayang dengan foto-foto jaman dulu dimana pasar ini ramai dengan aktifitas jual beli burung dan banyak orang diantaranya yang masih memakai pakaian tradisional sorjan.

Malioboro Street - Yogyakarta





Malioboro adalah tujuan terfavorit jika berjalan-jalan ke Yogjakarta. Tidaklah lengkap jika ke Yogja tidak jalan-jalan ke lokasi ini. Sebetulnya Malioboro ini adalah pusat pertokoan biasa, namun disini kita dapat menemukan bebagai kerajianan dan cindera mata dijual sepanjang koridor dan emperan toko-toko yang ada. Yang paling menyolok adalah para penjaja baju batik dan kaos ala Yogja. Jadi kita bisa menikmati dan berbelanja souvenir yang disukai sepanjang jalan Malioboro ini. Disini juga sudah terdapat mall yang tidak terlalu besar ukurannya. Kesukaan saya jika mampir ke Marioboro ini adalah minum es dawet didepan pasar Bringhardjo, belanja batik di Mirota batik didepannya dan beli oleh-oleh dagadu di mall. Lokasi ini menjadi stratergis karena merupakan sumbu lurus dari keraton, alun-alun, benteng, tugu dan seterusnya. Cukup unik memang dan katanya poros ini berlanjut hingga ke pantai laut selatan. Sepertinya ada nuansa mistis yang kental jika kita mencoba mencari tahu tentang hal ini.