Friday, January 23, 2009

Mahakam River, South Borneo

Dalam perjalanan kembali dari kota Sangasanga di Kutai Kertanegara menuju kota Balikpapan, saya melewati sungai Mahakam. Sungai ini sangat lebar bentangannya sehingga menjadikan segala sesuatu diatas menjadi kecil. Dari sini kita dapat dibayangkan betapa lebarnya bentangan jembatan yang harus saya lewati untuk menyeberang sungai ini. Matahari sore saat itu bersinar tajam dan memberikan warna keemasan untuk setiap benda yang disinarinya. Aktifitas hilir mudiknya kapal-kapal disungai ini ternyata menjadi atraksi yang menarik untuk dinikmati terutama pada suasana sore hari.


Riverside Village in South Borneo inland

Foto ini menggambarkan situasi perdesaan Sangasanga yang terletak dipinggir sungai. Kehidupan seakan menyatu dengan sungai dan air yang berwarna coklat tersebut, namun suasana damai terasa saat memandangnya. Pada umumnya mayoritas penduduk di daerah ini adalah muslim sehingga kita akan menemukan banyak bangunan mesjid didaerah ini. Rumah-rumah yang terdapat didaerah ini kebanyakan berupa rumah panggung dengan kayu-kayu penopang dibawahnya. Saya sangat terkesan dengan susunan kayu-kayu tersebut terutama pada bagian jalan masuknya. Sayang saya tidak berhasil mengabadikannya untuk dinikmati.

Sangasanga Village School

Kondisi sekolah di desa Sangasanga Kutai Kertanegara sangat baik dan terawat. Saya mengambil foto ini sembari berjalan pulang ke Balikpapan.
Suasana pedesaan dengan aktifitas didalamnya memberikan kesan tersendiri terutama bagi orang yang tinggal di kota besar seperti saya ini.

Deforeszation

"Deforeszation" mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi daerah hutan yang semula hijau berubah menjadi tanah terbuka. Penambangan batubara telah menjadikan hutan dan bukit nyaris tanpa pepohonan.
Sedih memang melihat kondisi ini namun inilah secuil gambaran kondisi disana, dapat dibayangkan jika di pulau Kalimantan ini terdapat ratusan bahkan ribuan pemandangan seperti ini.
Saya berharap ekploitasi hutan dan daerah hijau seperti ini dapat diredam. Memang ekonomi merupakan salah satu alasan yang cukup kuat untuk menghalalkan kegiatan ini, namun adalah sangat bijaksana untuk dipikirkan dampak lingkungannya secara keseluruhan.


River Jetty at Pendingin - East Kalimantan

Tenang dan dingin, itulah yang dapat dirasakan pada tempat ini. Dermaga kapal yang terletak dipedalaman di tepi sungai ini seakan memunculkan kesan misteri yang dalam.
Suasana itu bertambah ketika langit biru dingin seakan bergantung dan menyelimuti daerah tersebut.
Matahari sore mencoba mengoyak suasana tersebut namun sepertinya tidak berhasil. Suara riak air sungai sesekali terdengar lembut. Kesunyian yang pekat ini terkadang membuat saya larut didalamnya.

Coal Vessel at Pendingin River - East Kalimantan

Sesekali kesunyian anak sungai Mahakam ini dipecah oleh suara kapal pengangkut batubara yang lewat. Perlahan tapi pasti kapal dan muatannya itu bergerak menyusuri hamparan sungai yang luas dan berwarna ke coklatan.
Suara kapal seakan segan memecah kesunyian yang ada bahkan suara-suara lainnyapun enggan bersuara.
Perjalanan kapal ini seakan-akan diawasi oleh mata-mata yang tajam dan berkuasa sehingga dapat membungkam segala jenis bunyi dan suara yang ada.
Saya belum bisa membayangkannya suasana seperti ini pada malam hari yang gelap.

Balikpapan's Seaside

Jika kita berada di kota Balikpapan ini, sesekali dapat mencoba menikmati makanan dan suasana pinggir pantai yang bayak terdapat disana. Saya mencoba ke salah satu resto yang cukup favorit di bilangan pantai ini dan menyantap menu ikannya. Rasa nikmat makanan dan indahnya suasana seakan-akan berpacu untuk menang dan akhirnya saya memutuskan untuk memenangkan suasananya.
Banyak orang asing dijumpai di kota ini karena pada dasarnya kota ini merupakan pusat industri perminyakan dan energi di Kalimantan dimana banyak sekali expat yang bekerja disini.


Bukit Suharto National Park

Perjalanan menuju daerah pedalaman di Kalimantan ini saya lalui dengan melewati Taman Hutan Nasional Bukit Suharto. Dibeberapa tempat hujan mengguyur jalanan dengan derasnya dan membuat pengendara sibuk dengan lampu-lampu dan rem kendaraannya. Beberapa jembatan besar juga harus dilewati untuk mencapai tujuan. Ternyata perjalanan ini dan suasananya memberikan kesan tersendiri kepada saya.

Pool

Langit dalan foto-foto ini seakan menjadi maestro lukisan yang sempurna. Sapuan kuasnya mampu memberikan suasana indah dan temaram kepada apapun yang ada dibawahnya, tak terkecuali kolam renang hotel tempat saya menginap ini. Desain kolam renang ini seakan memberi kesempatan kepada kita untuk untuk menikmati langit dan laut secara bersamaan. Air kolam pun seakan mencoba turut ikut dalam menciptakan kesan tersebut.


City of Balikpapan, South Borneo

Kota Balikpapan ternyata memiliki daya tarik tersendiri sebagai kota yang terletak di daerah teluk dan dipenuhi dengan perbukitan. Diwaktu malam, lampu-lampu seakan berhamburan dalam suasana yang gelap.
Kota dengan sedikit gedung bertingkat ini berusaha untuk menyatukan dirinya dengan suasana laut dan bukit-bukit yang ada dibelakangnya.

Friday, January 09, 2009

Prambanan Temple - Central Java


Citra kemegahan terasa saat saya memandang kumpulan candi di kompleks Candi Prambanan ini. Luasnya area candi seakan memberikan kesan bahwa candi tersebut keluar dari dalam perut bumi ke permukaan. Sayang pada saat saya mengunjunginya, candi masih dalam perbaikan yang cukup serius akibat gempa besar yang menimpa daerah ini. Namun hal ini tidak menghalangi saya untuk meng-explore candi ini. Mulai dari sudut-sudut candi hingga ke dimensinya yang besar itu sendiri. Secara umum candi ini sangat terawat dan layak dikunjungi wisatawan. Disini saya juga melihat bahwa candi ini tersusun dari ribuan bebatuan yang disusun rapih dan diukir. Jika kita melihat luasnya jajaran batu-batu disekitar candi, maka saya dapat membayangkan betapa sulitnya menemukan kecocokan antara batu yang satu dengan yang lainnya.