

This blog is a journey to appreciate this wonderful lives
Pekanbaru adalah ibukota propinsi Riau. Riau terletak di pulau Sumatera sebelah tengah berbatasan dengan propinsi Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.




Perjalanan dari Pekanbaru ke Duri memakan waktu sekitar 10 jam pulang pergi, sedangkan ke Dumai sekitar 12 jam. Hari pertama ke Duri dan hari kedua ke Dumai, lumayan jauh jarak yang ditempuh namun kondisi jalan yang sebagian besar baik dan beraspal menjadikannya tidak terlalu membuat capek. Sesekali kami berhenti di kedai kopi yang ada di sepanjang jalan untuk berehat dengan ditemani teh dan snack.
Beberapa mobil dan truk yang lewat seakan seperti semut2 yang berjalan diatas tali tersebut. Sungguh merupakan suatu suasana yang tenang dan alami. Pemandangan di kiri kanan jalan seolah tidak terpengaruh oleh hilir mudiknya kendaraan yang lewat, inilah yang menimbulkan suasana tenang bagi yang melihatnya.


Sepanjang perjalanan saya banyak menemui truk2 pengangkut kayu gelondongan. Melihat banyaknya kayu dan truck pengangkutnya yang hilir mudik disana, saya sempat terhenyak dan bertanya2 dari mana asal kayu2 tersebut dan akan dibawa kemana kayu2 tersebut. Setelah diberitahu bahwa di riau ada beberapa pabrik pembuat kertas akhirnya saya sadar bahwa beberapa kondisi alam kita harus di korbankan dmi menjalankan roda ekonomi. Namun hati saya sedikit tenang setelah diberitahu kembali bahwa pihak perusahaan juga berkewajiban menanam kembali pohon yang telah ditebang. Pertanyaan lain muncul dibenak saya bagaimana dengan waktu yang dibutuhkan untuk tumbuh sebesar potongan2 yang dipotong saat ini. Menurut saya waktu yang dibutuhkan adalah cukup lama dan tidak seimbang dengan pengambilan seperti saat ini atau mungkin bisa saja jika menggunakan area yang sangat luas sekali. Itu artinya sebagian besar areal dipulau ini akan ditebang dan ditanam kembali. Sebelumnya jika saya melihat dari pesawat ternyata konversi lahan menjadi kebun kelapa sawit juga sangatlah besar.






Perjalanan ini serasa dipenuhi oleh nuansa industri-industri migas, kertas dan kelapa sawit. Sepertinya semua sarana dan prasarana yang ada di bangun untuk menunjang kebutuhan industri2 tersebut. Daerah ini seakan terbuka dan hidup sejak adanya aktifitas dibidang industri ini. Sunggung menyenangkan bahwa daerah pedalaman Riau ini telah memiliki prasarana terutama jalan yang baik sehingga bisa menghubungkan Riau dan Dumai (pelabuhan) sebagai jantung ekonomi daerah.





| Powered by web design software program. |